Scavenging Process
Seringkali di jaringan yang menggunakan dynamic DNS, dimana user terutama yang menggunakan notebook, datang ke kantor melakukan docking notebooknya ke jaringan, Server DHCP memberikan alamat IP, dan Server DNS meregistrasikan record-nya dalam zone dns database-nya, tidak lama kemudian si user melakukan undocking notebooknya dari jaringan misalkan untuk melakukan tugas-tugas mobile keluar kantor, record notebook si user yang sebenarnya telah expired ini di DNS tidak langsung terhapus. Kita perlu melakukan penghapusan informasi yang expired ini, agar tidak menumpuk banyak seiring dengan perkembangan waktu.
Di Windows Server 2008 (dan juga pada edisi Windows 2000 dan 2003) terdapat proses scavenging yang berfungsi untuk menemukan berbagai informasi resource record DNS dinamis yang belum di update dalam kurun waktu tertentu ini dan kemudian menghapus yang telah basi (stale resource recod) untuk memastikan informasi zone DNS yang di propagasi pada interval berikutnya berisi data-data yang terkini.
Terjemahan bebas scavenging itu sendiri berarti mengais-ngais barang, sedangkan Scavenger adalah pemulung. Proses scavenging pada DNS bertujuan untuk memilah-milah resource record yang basi untuk kemudian dihapus.
Untuk mengontrol scavenging untuk seluruh zona pada server tertentu, klik-kanan nama server dari DNS Management snap-in dan pilih Set Aging/Scavenging for All Zones. Properti dari Aging/Scavenging muncul seperti pada gambar berikut.
Pada bagian pojok kanan dari gambar ini, ada pilihan untuk mengaktifkan/menon-aktifkan scavenging. Sebagai tambahan, kita juga melihat dua pilihan yang salah satunya adalah no-refresh interval, artinya adalah waktu dimana registrasi secara dinamis di set untuk read only sebelum dilakukan pemeriksaan oleh proses scavenger. Ini artinya komputer client tidak dapat melakukan registrasi ulang (re-registration) dirinya selama masa periode ini berlangsung. Pilihan lainnya adalah refresh interval, yang menyatakan jumlah waktu dari suatu record untuk tetap ada dan diizinkan untuk di refresh setelah melewati masa no-refresh interval sebelum proses scavenger menghapusnya. Secara esensial, scavenger process tidak dizinkan untuk “menyentuh” suatu record kecuali setelah kedua interval ini (no-refresh dan refresh intervals) terlewati secara penuh.
Untuk mengaktifkan scavenging, beri tanda cek pada checkbox dan klik OK. Jika kita menggunakan Active Directory-integrated zones, kita akan diminta untuk konfirmasi pilihan tersebut. Klik OK sekali lagi, dan scavenging akan diaktifkan. Seperti pada gambar berikut ini:
Satu langkah lagi, kita tetap perlu untuk mengaktifkan scavenging pada nameserver, yang dapat kita lakukan dengan cara klik-kanan nama - server dalam DNS Management, pilih Properties, dan klik tab Advanced.
Pada bagian bawah, beri tanda cek pada checkbox "Enable automatic scavenging of stale records," dan kemudian masukkan periode waktunya.
Jika kita ingin mengontrol scavenging dan intervalnya untuk tiap-tiap zone, bias kita lakukan dengan cara klik-kanan zone dalam zone dalam DNS Management dan pilih Properties. Kemudian lakukan navigasi ke tab General dan klik tombol Aging.
Kita dapat melihat timestamp dalam format yang mudah dibaca dengan cara klik-kanan suatu record dalam DNS Management snap-in dan pilih Properties. Field timestamp record tersebut menunjukkan tanggal dan waktu record tersebut dibuat dalam DNS.
Untuk melihat record timestamp, pilih Advanced dari menu View dari console.
----- Semoga bermanfaat -----